Beranda Pemerintahan Kerusakan Bangunan di Kabupaten Blitar Akibat Gempa Malang Capai 924 Unit

Kerusakan Bangunan di Kabupaten Blitar Akibat Gempa Malang Capai 924 Unit

BERBAGI
kondisi kerusakan yang terjadi pada rumah salah satu warga. (foto : ana alana)

AGTVnews.com – Data kerusakan bangunan rumah dan fasilitas umum akibat gempa Malang di Kabupaten Blitar masih bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar mencatat ada 924 unit bangunan mengalami kerusakan.

Dari jumlah tersebut kerusakan terbanyak terjadi di wilayah Kecamatan Kanigoro. Jumlah bangunan yang rusak di ibu kota Kabupaten Blitar itu mencapai, 220 unit. Disusul di Kecamatan Binangun 125 unit, kemudian di Kecamatan Talun 115 unit.

Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Achmad Cholik mengatakan, untuk rumah warga total yang mengalami kerusakan ringan sebanyak 516 unit. Kemudian yang rusak sedang 285 unit dan rusak parah 31 unit. Sedangkan untuk fasilitas umum 60 unit mengalami kerusakan ringan, 29 unit rusak sedang dan 3 unit masuk kategori rusak parah.

| Baca Juga:  Petugas Medis Asal Blitar Selatan Positif Terpapar Corona

| simak video berita terkait:

“Data terakhir jumlah total kerusakan sebanyak 924 unit. Ini terdiri dari rumah warga dan fasilitas umum serta tempat ibadah. Termasuk kantor DPRD dan Kantor Pemkab Blitar di Kanigoro,” ujar Achmad Cholik, Rabu (14/4/2021).

Saat ini BPBD bersama instansi terkait termasuk TNI dan Polri masih fokus melakukan pembersihan lokasi bangunan terdampak. Selanjutnya akan dilakukan pendistribusian bantuan.

“Kalau total kerugian ditaksir mencapai Rp 6,5 miliar. Saat ini penanganan masih fokus pembersihan lokasi. Selanjutnya akan dilakukan pendistribusian bantuan utamanya sembako akan segera kami laksanakan. Karena kami sudah menerima banyak sekali bantuan yang harus didistribusikan,” imbuhnya.

| Baca Juga:  Pengantin Baru di Blitar Positif Corona, Ketahuan Saat Cari Surat Keterangan Sehat

Sementara untuk bantuan perbaikan bangunan, kata Cholik sifatnya hanya merupakan stimulus. Untuk rumah rusak ringan bantuan yang diberikan sebanyak Rp 1 juta, kemudian rusak sedang Rp 2 juta dan rusak berat Rp 4 juta.

“Bantuan ini sifatnya stimulus. Jadi bukan untuk mengembalikan kondisi rumah menjadi seperti semula. Semua tercover dari anggaran belanja tidak terduga di BPBD,” pungkas Cholik.(*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma