Beranda Peristiwa Plengsengan Sepanjang 60 Meter di Kediri Ambrol dan Mengancam Rumah Warga

Plengsengan Sepanjang 60 Meter di Kediri Ambrol dan Mengancam Rumah Warga

BERBAGI
salah satu bangunan yang berada tepat di sisi plengsengan, terancam ambrol ke sungai. (foto : istimewa)

AGTVnews.com – Plengsengan tembok penahan tanah, yang ada di Dusun Kalibago Desa Kalipang Kecamatan Tarokan ambrol tergerus debit aliran sungai. Ambrolnya plengsengan ini mengancam beberapa rumah warga yang ada diatasnya.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kediri, Johan Marasponda mengatakan, kejadian ambrolnya plengsengan sungai Hardisingat ini seringkali terjadi. Setiap musim hujan, debit air sungai meningkat dan menggerus tembok penahan tanah.

“Kejadian kali ini ada di 5 titik yang berbeda. Dengan total panjang keseluruhan sekitar 60 meter dan lebar 4 meter,”ucapnya, Senin (5/4/2021).

| Baca Juga:  Galian C Plosoklaten Semakin Merajalela

| simak video berita terkait:

Johan menambahkan, ambrolnya plengesengan ini seringkali terjadi, namun di titik yang berbeda. “Setiap hujan deras, debit aliran sungai pasti akan meningkat. Kondisi ini lama-lama menggerus tanah sungai, sehingga mengakibatkan plengsengan diatasnya ambrol,” papar Johan.

Untuk mengantisipasi agar tidak semakin tergerus, petugas dibantu sejumlah warga setempat bergotong royong memperbaiki plengsengan yang ambrol menggunakan bronjong batu.

Sebelumnya kejadian hujan deras di wilayah Kabupaten Kediri pada Minggu (3/4/2021) sore di Dusun Kalibago Desa Kalipang Kabupaten Kediri menghanyutkan sebuah bangunan poskamling yang terletak tepat disebelah plengsengan.

| Baca Juga:  Puluhan Calon PPK Gagal IKuti Tes Tulis

Selain menghanyutkan bangunan Posklamling, ada beberapa rumah warga yang berada di sisi sungai terancam longsor, akibat tembok penahan tanah yang tergerus.

Petugas mengimbau warga untuk lebih waspada dengan adanya cuaca ekstrim ini. Diperkirakan sebelum beralih ke musim kemarau, hujan dengan intensitas tinggi dan juga kilat akan mewarnai masa pancaroba. (*)

Editor : Linda Kusuma