Beranda Hukum Kriminal Tangkap Bandar, Polisi Blitar Amankan Ratusan Ribu Pil Dobel L Senilai Rp...

Tangkap Bandar, Polisi Blitar Amankan Ratusan Ribu Pil Dobel L Senilai Rp 250 Juta

BERBAGI
ratusan ribu pil dobel L yang diamankan petugas dari rumah bandar. (foto : ana alana)

AGTVnews.com – Satuan reserse narkoba Polres Blitar Kota mengungkap peredaran ratusan ribu pil dobel L. Total ada 229.000 butir dobel L yang diamankan, dengan nominal mencapai Rp 250 juta.

Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Heri Setyawan mengatakan, ratusan ribu pil dobel L ini diamankan dari seoerang bandar bernama Fawas Awod (26 tahun) Warga Tawangrejo, Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar.

Penangkapan pria yang sehari-hari berprofesi sebagai pengusaha sablon ini berawal dari informasi masyarakat. Kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku di rumahnya.

| simak video berita terkait:

“Kita masih kembangkan asal-usul ratusan ribu pil dobel L tersebut. Namun berdasarkan hasil penyelidikan sementara, ada dua tersangka lainnya yang kini sudah dikantongi identitasnya. Satu diantaranya merupakan narapidana di Lapas Madiun,” jelasnya, Jumat (30/4/2021).

| Baca Juga:  Rentan Kecelakaan, Satlantas Polres Blitar Bakal Tindak Pengendara di Bawah Umur

Pil tersebut diterima Fawas dengan sistem ranjau. Semuanya dikemas dalam 229 buah botol yang dimasukkan ke dalam tiga buah kardus.

Saat digerebek Fawas tidak bisa berkutik setelah petugas menemukan barang bukti ratusan ribu pil dobel L yang disimpan di atas lemari di dalam rumahnya.

Fawas mengaku, sudah dua kali mendapatkan kiriman dobel L dengan sistem ranjau. Pil berwarna putih itu kemudian ia edarkan kembali juga dengan sistem ranjau.

“Peredarannya juga diranjau. Setiap sekali ranjau hanya 5 -10 botol,” kata Fawas saat dimintai keterangan di Mapolres Blitar Kota.

| Baca Juga:  Berurai Air Mata, Pasangan Ini Menikah di Ruang Tahanan Polres Blitar Kota

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 197 sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (1) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 196 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dan Pasal 62 UU RI Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika. Dengan hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 10 tahun. (*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma