Beranda Pemerintahan Antisipasi Letusan Kelud, Pemkab Kediri Gelar Simulasi Tanggap Bencana

Antisipasi Letusan Kelud, Pemkab Kediri Gelar Simulasi Tanggap Bencana

BERBAGI
mas Bup saat berbincang dengan warga yang berada di posko pengungsian. (foto : linda kusuma )

AGTVnews.com – Ratusan warga Desa Sempu Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri mengikuti kegiatan simulasi bencana letusan Kelud, Kamis (27/5/2021). Kegiatan ini digelar di lapangan Desa Sempu Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri.

Dalam kegiatan ini, masyarakat seolah-olah dihadapkan dengan situasi nyata saat terjadinya letusan gunung kelud. Sejumlah hewan ternak dievakuasi ke lapangan, tidak hanya itu, beberapa warga yang mengalami luka-luka juga dievakuasi oleh petugas untuk dibawa ke posko kesehatan yang sudah tersedia.

Bagi warga lansia, perempuan dan anak-anak diutamakan untuk dibawa ke posko pengungsian yang tempatnya dipastikan aman dari erupsi gunung kelud.

| simak video berita terkait:

Satu diantara warga, Yatirin mengaku sangat terbantu dengan adanya simulasi seperti saat ini. Setidaknya jika benar-benar terjadi letusan, dirinya dan keluarga sudah tahu akan mengungsi kemana.

“Sudah beberapa kali saya menghadapi kejadian letusan gunung kelud ini. Dengan simulasi seperti saat ini, jadi paham, apa yang harus dilakukan nanti jika benar-benar terjadi bencana,” jelasnya.

| Baca Juga:  Pemkab Blitar Gelar Rapat Koordinasi Evaluasi Smart City, Implementasi SPBE dan Rakor Data Tahun 2020

Menurut laki-laki warga dusun Sumberpetung ini, dirinya sudah 3 kali menemui kejadian meletusnya gunung berapi tersebut. Terakhir pada tahun 2014 lalu.

Pemkab Siapkan Transportasi Bagi Warga Yang Mengungsi

Sementara itu, Yanti satu diantara warga lainnya menyebut, warga seringkali terkendala sarana transportasi untuk mengungsi. Jika mereka membawa sepeda motor, justru menghambat, karena jalanan yang macet akibat kepanikan warga.

“Biasanya kalau dari Sumberpetung ke tempat pengungsian di Desa Pojok membutuhkan waktu sekitar setengah jam. Namun bila benar-benar kejadian, jalannya macet hingga bisa satu jam lebih. Pas tiba di posko, pas hujan kerikil,” ucapnya.

Menanggapi kendala tersebut, Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, akan mengantisipasi dengan menyediakan kendaraan yang bisa membawa warga ke pengungsian.

“Kita akan sediakan mobil untuk membawa para pengungsi ini, akan ada kendaraan dari BPBD Kabupaten Kediri, Satpol PP. Bila masih belum memncukupi kita juga akan pinjam dari kepolisian,” tegasnya.

| Baca Juga:  Cegah Klaster Lokalisasi, Dinsos Kediri Minta WPS Alih Profesi

Dari simulasi tanggap bencana yang dilakukan, Mas Bup sapaan akrab Bupati Kediri menilai semua sudah siap jika sewaktu-waktu terjadi erupsi gunung Kelud. Warga juga sudah mengetahui akan mengungsi kemana.

“Desa Sempu ini merupakan wilayah yang masuk kerawanan bencana yang cukup tinggi, karena jaraknya yang cukup dekat dengan puncak Kelud. Dari petugas yang dilapangan, dari warga sendiri sudah cukup tanggap. Agar mereka lebih terlatih, simulasi ini akan diadakan setahun 2 kali, atau 6 bulan sekali. Biar warga lebih paham,” tutupnya.

Pemerintah Kabupaten Kediri melalui BPBD telah menentukan desa Pojok dan Desa Segaran sebagai tempat untuk pengungsian warga yang berada di zona berbahaya gunung Kelud. (*)

Advetorial Dinas Kominfo Kabupaten Kediri
Gula Rendah Glikemik