Beranda Peristiwa Lokasi Temuan Struktur Batu Kuno di Blitar Diperkirakan Tempat Aktivitas Masyarakat Masa...

Lokasi Temuan Struktur Batu Kuno di Blitar Diperkirakan Tempat Aktivitas Masyarakat Masa Lalu

BERBAGI
diperkirakan di lokasi temuan ini merupakan tempat aktivitas warga masa lalu, hal ini didukung adanya temuan gerabah. (foto : ana alana)

AGTVnews.com – Lokasi temuan struktur batu kuno di area persawahan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar menunjukkan adanya aktivitas msyarakat masa lalu. Arkeolog Balai Besar Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Nonuk Kristina mengatakan, kesimpulan ini berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan BPCB di lokasi temuan.

“Kalau kita memprediksi harus ada data pendukung. Namun menurut data awal di tempat ini pernah ada aktivitas di masa lalu. Dengan temuan persebaran pecahan gerabah di sekitar tumpukan batu bata,” ujar Nonuk, Jumat (7/5/2021).

| Baca Juga:  Dukung Pasangan Henry-Yasin dalam Pilwali, Internal PKB Kota Blitar Terancam Terbelah

Setelah dilakukan identifikasi struktur bata yang ditemukan sebagai bagian dari aktivitas masa lalu. Ukuran batu bata tersebut diketahui berdimensi sekitar 6 centimeter(cm) x 20 cm x 30 cm. Ukuran ini juga merupakan bukti struktur tersebut merupakan peninggalan kuno periode kerajaan masa lalu.

| simak video berita terkait:

Nonuk menyebut setelah dilakukan pengecekan maka akan diambil langkah pelestarian. Setelahnya dilakukan penanganan dan dilakukan perekaman data secara arkeologis obyek dan lingkungannya.

“Kalau memang berpotensi akan kita rekomendasikan survei eskavasi penyelamatan. Kita akan lihat seberapa jauh potensinya,” imbuhnya.

| Baca Juga:  Kota Blitar Gencarkan Razia Penerapan Protokol Kesehatan

Struktur bata ini pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang sedang menggarap sawahnya. Awalnya yang ditemukan hanya sebuah bata berukuran besar yang modelnya tidak seperti bentuk bata di zaman modern. Penasaran, mereka akhirnya mencoba mencari lagi bata di sekitar temuan pertama.

Ternyata di bagian bawah masih banyak tumpukan mirip dengan struktur candi. Setelah itu mereka melaporkan temuan ini ke Kelurahan dan dilanjutkan ke kecamatan.(*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma
Gula Rendah Glikemik