Beranda Pemerintahan PMI Yang Tiba di Kota Kediri Langsung Jalani Isolasi

PMI Yang Tiba di Kota Kediri Langsung Jalani Isolasi

BERBAGI
PMI yang tengah menjalani isolasi di posko PPKM mikro. Mereka akan diswab PCR terlebih dahulu sebelum pulang ke kekeluarganya. (foto : istimewa)

AGTVnews.com – Pekerja Migran Indonesia (PMI ) yang tiba di Kota Kediri langsung menjalani isolasi di Posko PPKM yang ada di Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Meski PMI ini sebelumnya telah menjalani isolasi di Asrama Haji Sukolilo. PMI yang menjalani isolasi ini baru saja tiba dari Hongkong.

Lurah Burengan, Adi Sutrisno menjelaskan bahwa PMI yang sampai di Bandara Soekarno Hatta akan melakukan isolasi di asrama haji selama 2 hari sembari menunggu hasil swab PCR pertama keluar.

“Sebelum sampai di Kota Kediri, Sudarmini telah melakukan 2 kali swab, yaitu di Hongkong dan Asrama Haji. Alhamdulillah hasilnya negatif, dan pagi tadi juga sudah melakukan swab PCR ke 2 di Puskesmas Pesantren 2,” terangnya.

| Baca Juga:  Ikuti Upacara HUT TNI ke-75 Secara Virtual, Walikota Kediri ucapkan Terimakasih TNI dalam Penanganan Covid-19

Menurut Adi saat ini ada 2 orang PMI asal Kelurahan Burengan yang telah tiba. PMI yang datang pertama sudah dipulangkan ke keluarganya. Setelah sebelumnya juga dilakukan Swab PCR ke 2 dan hasilnya negatif. Saat ini, PMI tersebut menjalankan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Posko PPKM telah menyediakan beberapa fasilitas, mulai dari tempat tidur, tv, kipas angin, genset, mushola, dampur umum hingga wifi untuk PMI yang melakukan isolasi.

“Setelah melakukan isolasi di Posko PPKM, PMI yang sudah di pulangkan ke keluarganya juga masih akan dipantau oleh petugas,” tambahnya.

| Baca Juga:  PPKM Darurat, Lampu Jalan di Kota Kediri Mati Pada Pukul 8 Malam

Lebih lanjut Adi juga menjelaskan bahwa masyarakat di Kelurahan Burengan juga tidak merasa khawatir dengan kepulangan PMI di daerahnya. Yang terpenting selalu terapkan 5M (memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan dan mengurangi mobilitas. (*)

Editor : Linda Kusuma