Beranda Hukum Kriminal Simpan Sabu Dalam Mouse Computer Pemuda Asal Malang Diciduk Polisi

Simpan Sabu Dalam Mouse Computer Pemuda Asal Malang Diciduk Polisi

BERBAGI
sabu yang disimpan dalam mouse yang dimodifikasi. (foto ; ana alana)

AGTVnews.com – Seorang pemuda warga Kota Malang diamankan oleh petugas Satuan Reserse Narkoba Polres Blitar Kota. Anom Penatas alias Anom (27 tahun ) ini merupakan warga Jl. Muharto II/5 Jodipan Blimbing Kota Malang diketahui akan mengedarkan narkoba jebis sabu-sabu.

Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan mengatakan, informasi soal Anom yang berjualan sabu pertama kali diperoleh Satuan Reserse Narkoba Polres Blitar Kota dari masyarakat.

Kemudian dilakukan penyelidikan kemudian dilanjutkan penggerebekan di sebuah rumah di Jalan Bengawan Solo Kelurahan Pakunden Kecamatan Sukorejo Kota Blitar. Saat digerebek, polisi sempat kesulitan menemukan barang bukti sabu milik Anom.

| Baca Juga:  Simpan Narkoba Di Celana Dalam Pengunjung Lapas Kediri Diamankan

| simak video berita terkait:

“Awalnya petugas kami kesulitan mendapatkan barang bukti. Kemudian dilakukan pengecekan lagi dan digeledah satu persatu barang milik pelaku ternyata barang bukti sabu disimpan di dalam mouse komputer,” tuturnya, Senin (3/5/2021).

Dijelaskannya, setelah dibongkar di mouse komputer itu terdapat 1 kantong plastik isi 0,42 gram sabu, 1 kantong plastik isi 0,42 gram sabu dan 1 kantong plastik isi 0,23 gram sabu.

“Barang berbentuk mouse komputer itu sendiri rupanya adalah sebuah timbangan digital yang telah dimodifikasi untuk mengelabuhi petugas,” jelasnya.

| Baca Juga:  Usai Gelar Pesta Miras, 2 Warga Blitar Tewas

Dari pengakuan tersangka, barang haram ini didapatkannya dari orang lain yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Pelaku saat ini diamankan di Mapolres Blitar Kota dan dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 dan Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Hukuman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun. (*)

Reporter : Ana Alana
Editor : Linda Kusuma