Beranda Pemerintahan Susuk Wangan Cara Petani di Kediri Mulai Tanam di Musim Kemarau

Susuk Wangan Cara Petani di Kediri Mulai Tanam di Musim Kemarau

BERBAGI
susuk wangan, salah satu cara petani di Kota Kediri melestarikan sungai untuk menjaga ketersediaan air. (foto : istimewa)

AGTVnews.com – Memulai musim tanam, terlebih menjelang musim kemarau ternyata memerlukan perhatian sendiri. Petani harus paham karakteristik dari setiap musim. Menjelang musim kemarau, petani di Kota Kediri mempersiapkan diri dengan melakukan kegiatan “Susuk Wangan”, yaitu bersih bersih sungai saluran irigasi sawah.

Satu diantara petani di kecamatan Pesantren, Murdoko mengatakan, saat kemarau yang menjadi masalah adalah saluran irigasi. Oleh karenanya perlu secara berkala melakukan pembersihan dan perawatan sungai supaya ketersediaan air terpenuhi dengan baik.

” Selain itu yang sering mengganggu adalah hama. Musim kemarau tanaman yang ditanam kan sejenis palawija, seperti jagung, kacang-kacangan, dan juga lombok, biasanya hama yang seringkali mengganggu adalah walang,”ucapnya.

| Baca Juga:  Pemkot Kediri Kembali Terima Penghargaan Wahana Tata Nugraha

Mengantisipasi itu, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPP) Kota Kediri membantu petani dalam penyusunan E-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).

Sejumlah petani yang tergabung dalam kelompok tani mendapatkan penyuluhan dan pembinaan terkait persiapan jelang musim kemarau dan penyusunan E-RDKK guna dapatkan jatah pupuk bersubsidi.

“Jadi kita berikan arahan kepada para petani, bagaimana cara penyusunan E-RDKK dan apa yang harus dilakukan utamanya untuk dapatkan pupuk bersubsidi,” terang Fatoni, Penyuluh Pertanian DKPP Kota Kediri wilayah Kelurahan Tosaren.

Fatoni juga mengatakan ada beberapa hal yang harus dipenuhi bagi petani jika ingin dapatkan pupuk bersubsidi.

| Baca Juga:  Baru Sehari Lelang, Jersey Koleksi Walikota Kediri Tembus Rp 4,5 Juta

“Petani harus tergabung dalam kelompok tani didaerahnya selain itu ia juga harus membuat surat pernyataan terkait lahan yang mereka kerjakan berikut juga syarat-syarat administrasi pendukung lainnya,” ungkapnya.

Hal ini mengingat kepengurusan administratif pengajuan E-RDKK ini berdasarkan kelompok tani.

“Jadi itu merupakan tanggung jawab kelompok tani, kalau tidak diurus ya konsekuensinya tidak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi,” tandasnya.

Adapun harga pupuk bersubsidi bedasarkan peraturan Menteri Pertanian No. 49 Tahun 2020 mulai dari harga 32 ribu untuk Petroganik/karung, ZA 85 ribu/karung, NPK Ponska 115 ribu/karung, Urea 112 ribu/karung dan SP-36 120 ribu/karung.(*)

Editor : Linda Kusuma
Gula Rendah Glikemik