Beranda Ekonomi Bisnis Gaya Hidup Masyarakat Pacu Pertumbuhan Ekonomi Syariah Melalui Industri Produk Halal

Gaya Hidup Masyarakat Pacu Pertumbuhan Ekonomi Syariah Melalui Industri Produk Halal

BERBAGI
Direktur Industri Produk Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Afdhal Aliasar menyebut halal bukan lagi ekslusifitas namun telah berubah menjadi inklutif. (foto : istimewa)

AGTVnews.com – Pergeseran gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini mulai membangkitkan pertumbuhan perekonomian. Peralihan dari gaya hidup konvensional ke syariah menjadi salah satu faktor pemicu bertumbuhnya ekonomi syariah saat ini.

Dengan pergeseran budaya ini, masyarakat juga beralih dalam pilihan produk untuk pemenuhan kebutuhan mereka. Produk halal saat ini lebih diutamakan.

Pergeseran ini menjadi satu peluang yang bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Ditengah kemerosotan perekonomian akibat adanya pandemi, produk halal mampu menjadi pendongkrak kebangkitan.

Direktur Industri Produk Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Afdhal Aliasar mengatakan, masyarakat Indonesia memiliki perbedaan budaya dalam pemenuhan produk halal.

Mereka tidak hanya sekedar melihat label produknya namun juga melihat cara pelaku usaha memproduksi produk tersebut dan menumbuhkan ‘trust’ kepada mereka.

“Halal di Indonesia unik. Bagi orang Indonesia halal tidak hanya sekedar perlindungan kepada konsumen muslim, namun lebih ke arah reputasi yang harus dipertahankan (reputasional rate).

Pergeseran gaya hidup ini harus diikuti oleh perbankan dan lembaga keuangan profesional lainnya. Mereka juga menggeser pelayanan dan produk keuangan yang dihasilkan ke dalam bentuk syariah.

| Baca Juga:  Gelar Media Update 2021, OJK Kediri Edukasi Performa BPR dan BSI

“Dengan kondisi ini, diharapkan perekonomian akan bisa berkembang dan terus maju. Terlebih Indonesia merupakan negara yang memiliki umat muslim terbanyak di dunia,” imbuhnya.

Indonesia Kembangkan Pusat Industri Halal

Indonesia bukan menjadi satu-satunya negara yang menjadikan halal sebagai gaya hidup. Sejumlah negara lain, yang justru umat muslimnya minoritas mulai tumbuh dan mengembangkan industri halal sebagai pendongkrak ekonomi mereka.

Seperti Thailand, saat ini justru memiliki visi menjadi dapur halal dunia. Pun Korea menggeber dirinya sebagai pusat destinasi pariwisata halal. Sedangkan Tiongkok, saat ini bertumbuh menjadi negara pengeksport baju muslim terbesar di Timur Tengah.

Negara-negara ini mulai memanasi mesin ekonomi mereka dengan prodyuk-produk halal. Upaya yang sama juga dilakukan Indonesia. Indonesia mulai bergerak menjadi pusat produksi halal dunia.

Pemerintah telah mengembangkan 3 pusat industri halal di Indonesia. Pertama adalah Modern Cikande Industrial Estate di Serang, Provinsi Banten, kedua adalah Safe n Lock Halal Industrial Park di Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur, dan ketiga adalah Bintan Inti Halal Hub, di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau.

Halal saat ini bukan lagi sebuah eksklusifitas namun inklusif yang dibutuhkan oleh sebagian besar masyarakat.

| Baca Juga:  Gelar Media Update 2021, OJK Kediri Edukasi Performa BPR dan BSI

Dengan hadirnya kawasan industri halal akan mendorong perkembangan industri produk halal lebih maju lagi.

“Produk yang bersetifikat halal juga jadi memiliki daya saing yang lebih tinggi dibanding produk yang tidak mencantumkan label halal di produknya,” ungkapnya.

Sertifikat halal akan dikeluarkan oleh BPJPH (Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal). Sertifikat ini berdasarkan hasil audit dan fatwa MUI yang secara tertulis menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syariat Islam. Pemberian sertifikat halal untuk produk pangan, obat-obatan dan kosmetik, sebagai upaya melindungi konsumen muslim terhadap produk yang tidak halal.

Saat ini data yang ada di Dinas Perdagangan dan Industri (Disperdagin) Kota Kediri ada 53 pelaku UMKM yang telah mendaftarkan label halal. Salah satu keuntungan penggunaan jaminan halal adalah diakui World Trade Organization.

“Label halal ini sangat penting dimiliki oleh para pelaku bisnis. Hal ini akan memberikan rasa aman bagi masyarakat dan menjadi kepercayaan bagi mereka,” pungkasnya.

Dengan bertumbuhnya industri halal akan mendorong berkembangnya perekonomian syariah di sejumlah lembaga keuangan dan membangkitkan perekonomian nasional. (*)

Editor : Linda Kusuma
Gula Rendah Glikemik